Cari Blog Ini

Sabtu, 03 Maret 2018

PELANTIKAN DPC ASOSIASI PENGUSAHA RITEL INDONESIA KAB/KOTA SE-PROPINSI BALI ANGKAT TEMA "KOLABORASI"

Setelah proses pembentukan kurang lebih selama 2 bulan, akhirnya Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Kabupaten/Kota Se- Propinsi Bali kemarin (3/3) di lantik.

Ketua Umum DPP APRINDO, Bapak Roy N. Mandey  melantik Ketua DPC APRINDO Kota Denpasar terpilih, I Komang Tangkas Prawira Negara

Bertempat di Hotel Puri Ayu, Ketua Umum DPP APRINDO, Bapak Roy N. Mandey melantik 27 Pengurus DPC masing-masing ; Kota Denpasar diketuai I Komang Tangkas Prawira Negara (Dapurku Mart), Kabupaten Badung diketuai I Wayan Sudipa (Coco Mart), Kabupaten Tabanan diketuai I Ketut Suadi Andre Putra, Kabupaten Jembrana diketuai I Made Samba (1Tempat.id), Kabupaten Buleleng diketuai I Made Putra Edi (Edie Motor), Kabupaten Gianyar diketuai I Kadek Sudiarta (Pradnya Mart),  Kabupaten Klungkung diketuai Topik Nusa Putra (UD Putra), Kabupaten Bangli di ketuai I Nyoman Sutresna dan Kabupaten Karangasem diketuai oleh I Gusti Nyoman Gariada (Mawar Sari).

Dalam laporannya, Ketua Panitia I Made Abdi Negara yang juga adalah Sekretaris DPD APRINDO BALI menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung kegiatan Pelantikan DPC Kab/Kota. " Kolaborasi adalah bagian dari cara kita memaksimalkan semua sumber daya yang kita miliki, saatnya semua peritel Bali bersatu dalam wadah APRINDO BALI" ungkapnya.

Pjs. Ketua APRINDO BALI, Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra menekankan pentingnya fungsi dan peran organisasi, termasuk menghimbau perangkat organisasi untuk menjaga netralitas dalam Pilkada Gubernur sekaligus ikut serta menjaga agar kondisi tetap kondusif.

Ketua Umum DPP APRINDO dalam pemaparan overview retail business memperkenalkan konsep smart retail yang saat ini telah menjadi trend dunia. "Smart retail adalah bagaimana penggunaan teknologi secara dominan dalam pengelolaan operasional retail Indonesia di masa depan, bahkan di luar negeri Tencent dan Amazon sudah lebih dahulu memperkenalkan konsep smart retail ini"jelasnya.

Acara pelantikan di tutup dengan ramah tamah dan foto bersama, dijelaskan Ketua Panitia, selanjutnya pengurus bersiap untuk melaksanakan event akbar Temu Peritel Bali Kab/Kota Se-Propinsi Bali.

Senin, 26 Februari 2018

BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN PERUSAHAAN TANPA HARUS BERHUTANG, IKUTI LUNCH BUSINESS GATHERING INI!

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO BALI) mengadakan Lunch Business Gathering bertempat di Ballroom Puri Ayu Hotel & Convention Denpasar pada 3 Maret 2018.

Menurut Agra Putra, kegiatan yang dihelat oleh DPP APRINDO  ini adalah hasil kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bertindak sebagai host adalah DPD APRINDO BALI.

Pemilik Ayunadi yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi ini menjelaskan dengan tema yang diangkat yakni ;
Road To Go Public : Strategi Menuju Akselerasi Pertumbuhan Perusahaan Yang Optimal Melalui Pasar Modal Indonesia, diharapkan lebih mengenalkan Bursa Efek Indonesia dan khususnya dunia Pasar Modal. " ini adalah kesempatan bagi pengusaha Bali untuk mengenal model pengembangan perusahaan melalui akses pasar modal" ungkapnya.

Diterangkan Agra, kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus DPC Kabupaten/Kota Se- Bali.

Sekretaris APRINDO BALI, Abdi Negara menambahkan, untuk bisa ikut serta dalam kegiatan ini, calon peserta dipersilahkan terlebih dahulu melakukan registrasi melalui whatsapp 08563757178. "Silahkan momentum ini dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengusaha di Bali" ujarnya.
*****************************************

* P E N T I N G *
Silahkan isi data berikut ini!

Data Calon Peserta Lunch Business Gathering ; Road To Go Public : "Strategi Menuju Akselerasi Pertumbuhan Perusahaan Yang Optimal Melalui Pasar Modal Indonesia" Sabtu, 3 Maret 2018 pukul 11.00 - 16.00 Wita

Nama   :
Tempat/Tanggal Lahir :
Alamat :
Email :
FB :
Nama Perusahaan :
Alamat Perusahaan :
Nomor Telepon :
Website :
Motivasi mengikuti Lunch Gathering :

Sebelum mengikuti Lunch Business Gathering, Pastikan  mengirim data ini melalui Whatsapp :  08563757178 dan sudah mendapatkan konfirmasi persetujuan dari Panitia.

Salam;

Panitia Lunch Business Gathering APRINDO


Senin, 12 Februari 2018

TERLIBAT DALAM PILKADA GUBERNUR, KETUA DPD APRINDO BALI MUNDUR SEMENTARA

Dinamika politik terkait Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Bali dan keterlibatan aktif Ketua DPD APRINDO BALI, Gusti Ketut Sumardayasa dalam mengusung salah satu calon, menyebabkan beliau bersikap.

Ketua APRINDO BALI (TENGAH) dalam satu kesempatan

Melalui pertemuan Pengurus inti APRINDO BALI yang dilaksanakan pada Senin (12/2), Gusti Sumardayasa menyatakan siap mundur sementara dari kepengurusan.

Menurut, I Made Abdi Negara, Sekretaris APRINDO BALI, keputusan ini menunjukkan kedewasaan Ketua APRINDO BALI, sehingga dinamika politik yang terjadi tidak lantas membuat perpecahan di tubuh asosiasi yang kebetulan dalam momen penting menyatukan Pengusaha Ritel di Bali dalam bendera satu yakni Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). "kami menyambut baik keputusan Bapak Gusti Sumardayasa" ujarnya.

Kepemimpinan sendiri, secara musyarawah diserahkan ke AAN Agung Agra Putra, selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi. Diwawancarai seusai rapat, Agung Agra menegaskan bahwa APRINDO adalah organisasi netral dan independen dari politik praktis. Sikap ini sudah final, mengingat pengusaha harus selalu ada di posisi independen, demikian juga organisasi yang menaungi.

Selanjutnya, menurut Agung Agra, Pengurus DPD APRINDO BALI akan menunggu balasan surat dari DPP sebagai dasar pembuatan berita acara serah terima jabatan sementara. "Sesuai mekanisme organisasi, Ketua dianggap berhalangan dalam melaksanakan kewajiban memimpin organisasi "ujar Pemilik Ayunadi Swalayan ini.


Rabu, 24 Januari 2018

WAKIL KETUA DPD APRINDO BALI BINCANG DENGAN KANDIDAT KETUA DPC DENPASAR, BULELENG DAN GIANYAR DI SELA WORKSHOP RITEL DI HARRIS HOTEL DENPASAR


Ada pemandangan menarik dalam acara Workshop How To Make Business Plan 2018 di Harris Hotel & Convention Center Denpasar hari ini (25/1).

Agung Agra Putra, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD APRINDO BALI yang juga pemilik Ayunadi Swalayan didampingi Abdi Negara, Sekretaris APRINDO Bali yang juga founder Bhakti Assistance & Workshop langsung mengadakan lunch meeting bersama 3 kandidat terpilih Ketua DPC APRINDO yakni Komang Tangkas PN (Kandidat Ketua DPC Kota Denpasar), Made Putra Edi (Kandidat Ketua DPC Buleleng) dan Kadek Sudiarta (Kandidat Ketua DPC Gianyar) terkait dg gambaran rencana pelantikan dan kegiatan umum.

"kebetulan kami ikut acara Workshop dan bertemu disini, sehingga sekalian kami melakukan brainstorming"ungkap Agra.

Diskusi menyangkut masukan dari kandidat pengurus untuk roadmap organisasi di tataran Kabupaten/Kota.

Selasa, 16 Januari 2018

APRINDO BALI MONITORING HARGA BERAS DI SUPERMARKET

“DORONG PEMERINTAH PERBAIKI AKURASI DATA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI GABAH DI BALI”

Melambungnya harga beras diatas HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan pada pertengahan September 2017 lalu, terutama untuk jenis beras medium terjadi hampir merata di Indonesia.
Ketua APRINDO BALI, Gusti Sumardayasa (kiri) didampingi Sekretaris APRINDO, I Made Abdi Negara (kanan) dalam kegiatan monitoring harga beras di beberapa Supermarket di Bali Selasa (16/1)

Menyikapi hal tersebut, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Propinsi Bali pada Selasa (16/1) melakukan monitoring di sejumlah Supermarket antara lain; Ayunadi Swalayan Panjer, Hypermart Simpang Dewa Ruci, Carrefour Sunset Road dan Coco Mart Batubulan.

Monitoring yang dipimpin langsung Ketua APRINDO Bali, I Gusti Ketut Sumardayasa ini diikuti oleh sejumlah pengurus seperti Wakil Ketua Bidang Organisasi, AAN Agung Agra Putra, WK Ketua Bidang Perdagangan Ichwan Eko, Sekretaris I Made Abdi Negara dan Ida Bagus Werdibudaya.

Menurut Gusti, tujuan pelaksanaan monitoring ini adalah melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mendapatkan masukan dari para peritel terhadap masalah kenaikan harga yang sangat drastis yang saat ini tengah menjadi sorotan secara nasional tersebut.

Menurut Gusti, salah satu kelemahan pengambil kebijakan adalah rendahnya akurasi data dari hulu ke hilir, padahal beras adalah bahan pokok utama yang mestinya mendapatkan penanganan yang jauh lebih serius. Salah satu contoh adalah, pemerintah mestinya memiliki data, berapa produksi riil gabah di Bali, terus berapa yang digiling langsung di Bali serta berapa yang dikirim ke luar pulau,  berapa penggilingan di Bali yang memiliki fasilitas mesin pengering serta seterusnya. Data-data ini jika akurat, akan bisa digunakan untuk memonitoring kondisi ketahanan pangan beras secara akurat.

Di sisi lain, Agung Agra yang juga pemilik Ayunadi Swalayan, menyampaikan bahwa peritel cenderung mengikuti trend harga yang diberikan oleh supplier. “padahal beras adalah salah satu item barang yang menyumbang margin sangat rendah, namun kembali lagi kita tidak mungkin jual rugi, harus ada margin walaupun hanya nol koma sekian, jadi kalau di supplier mahal, otomatis harga di peritel juga naik ”imbuhnya seraya menyampaikan bahwa di Ayunadi Swalayan telah berusaha memenuhi ketentuan HET untuk beras premium.

Dari hasil monitoring sendiri, rata-rata peritel hanya menjual beras jenis premium dengan harga sesuai HET bahkan ada yang dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk jenis beras premium yakni Rp. 12.800 per kilogram.

Hasil monitoring ini selanjutnya akan dilaporkan ke DPP APRINDO di Jakarta sebagai bahan masukan dalam pengambilan keputusan pemerintah, termasuk mendata supplier yang memberikan harga jual ke peritel di atas HET yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menanggapi rencana impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintah, pihaknya mengaku menyambut baik rencana tersebut, walaupun banyak hal yang bisa dilakukan pasca dan pra impor untuk menjamin ketahanan pangan yang lebih baik di masa mendatang.

Rabu, 10 Januari 2018

APRINDO BALI, HIMBAU MASALAH KETENAGAKERJAAN AGAR DITUNTASKAN

Ditutupnya Hardys, menimbulkan masalah baru yakni rumahkannya ratusan pekerja yang sebelumnya bekerja secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Ketua APRINDO Bali, Gusti Ketut Sumardyasa yang ditemui bersama Sekretaris APRINDO, I Made Abdi Negara, Tenaga kerja yang terdampak tidak hanya yang langsung bekerja, namun juga tenant, supplier bahkan usaha mikro yang menyewa space berjualan juga terkena dampak. “Ini harus disikapi secara serius, baik penanganan maupun antisipasi efek yang ditimbulkan”ungkapnya.

Permasalahan yang dihadapi Hardys saat ini tergolong pelik dan dalam skala yang besar. “Penutupan secara serentak seperti ini, sebenarnya harus dikomunikasikan dan di atur sedemikian rupa sehingga efeknya tidak serta merta”jelas Gusti.

Secara khusus Gusti meminta agar permasalahan ketenagakerjaan diselesaikan dengan baik.” Tidak hanya nilai, namun juga kepastian akan hak-hak yang harus diterima oleh tenaga kerja “jelasnya.

Melihat toko- toko yang ditutup, pihaknya mensinyalir ada ratusan tenaga kerja langsung dan 50% tenaga kerja tidak langsung yang dirumahkan.

Di sisi lain, Sekretaris APRINDO BALI menghimbau agar pemerintah tidak tutup mata dengan kejadian ini, mestinya kejadian ini disikapi dengan cepat dan tuntas karena efek yang ditimbulkan cukup besar.

Pihaknya mengaku siap untuk difasilitasi dan dilibatkan oleh pemerintah selaku regulator untuk bersinergi menyikapi ini. “Jika dirasa perlu, bisa dibuatkan semacam Focus Grup Discussion (FGD) untuk menyikapi permasalahan ini dan meredam kepanikan di kalangan peritel Bali atas kejadian ini “sambungnya.
Pengurus APRINDO BALI berkunjung ke Hardys Panjer pada bulan April 2016 silam

PRIHAL TUTUPNYA 5 OUTLET HARDYS : ASOSIASI PENGUSAHA RITEL INDONESIA (APRINDO) BALI SEBUT KARENA MASALAH INTERNAL, HIMBAU PERITEL BALI TIDAK PANIK

Penutupan 5 outlet dari 9 outlet Hardys yang diambil alih oleh PT. Arta Sedana Retailindo mengejutkan masyarakat. Berita yang hampir ada di semua media massa ini disikapi oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Bali.  Ditemui di Denpasar, Gusti Ketut Sumardayasa, Ketua APRINDO BALI didampingi oleh Sekretaris, I Made Abdi Negara menyatakan dugaan penutupan ini adalah karena masalah internal manajemen yang sangat pelik.
Gusti Sumardayasa, Ketua APRINDO BALI (kiri), Abdi Negara, Sekretaris APRINDO (Tengah) dalam pertemuan di Denpasar kemarin

Dirinya menampik anggapan bahwa penutupan ini karena pengaruh perlambatan ekonomi serta dampak dari meningkatnya belanja online. Menurut Gusti, pertumbuhan ekonomi di Bali justru berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,01% di triwulan ke III berbanding nasional yang hanya 5,06%. Selain itu, konsumsi masyarakat cukup baik walaupun sempat mengalami penurunan di akhir tahun akibat dari pengaruh erupsi Gunung Agung yang berpengaruh pada pendapatan masyarakat  yang dominan ditunjang dari sektor pariwisata.

Gusti menjelaskan, gejala-gejala permasalahan di internal Hardys, sebenarnya sudah mulai terlihat sejak pertengahan  tahun 2016 baik dari sisi kelengkapan barang dan permasalahan dengan pihak supplier dan perbankan. “Tampaknya permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh manajemen baru”imbuhnya yang mengaku belum bisa menghubungi pemilik baru Hardys.

Ditambahkan oleh Abdi, pihaknya berharap Peritel Bali tidak panik menyikapi kondisi ini. Demikian pula, pemerintah diharapkan turun tangan dan segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para pihak terkait, termasuk APRINDO Bali untuk menyikapi efek domino yang bisa saja terjadi. “Ini harus dilihat sebagai sebuah kejadian luar biasa, karena penutupan ini termasuk skala besar”jelasnya.

Dirinya setuju, bahwa masalah internal manajemen yang menyebabkan kondisi Hardys seperti saat ini. Kondisi penurunan daya beli masyarakat yang sempat terjadi di akhir tahun tidak serta merta dapat menimbulkan permasalahan skala besar dengan serta merta jika di internal manajemen dapat mengelola dengan baik. Sektor online yang juga sering di tuding sebagai biang keroknya menurutnya tidak bisa dikambinghitamkan karena secara nasional omzetnya tidak lebih dari 1,6% dari total omzet ritel nasional. “Apalagi di Bali dan dengan segmentasi menengah ke bawah yang masih awam berbelanja online pada barang – barang grocery”jelasnya.

Pihaknya mengaku siap untuk melakukan pendampingan dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk sama-sama menyikapi.”Dalam kondisi seperti ini baiknya kita bergandengan tangan, saling mendukung untuk kemudian bisa bangkit bersama”pungkasnya.