Cari Blog Ini

Minggu, 24 September 2017

APRINDO BALI TEGASKAN DISTRIBUTOR DAN PERITEL JANGAN ADA YANG COBA COBA TIMBUN SEMBAKO

Dari kiri ke kanan : Agung Agra (Wakil Ketua), Gusti Sumardayasa (Ketua), Budiman Sinaga (Wakil Ketua), IB. Werdhi Budaya (Bendahara), Abdi Negara (Sekretaris)

Menghadapi erupsi Gunung Agung yang tinggal menunggu waktu setelah ditetapkan berstatus awas, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Propinsi Bali melalui Ketua, Bapak I Gusti Ketut Sumardayasa didampingi Sekretaris, I Made Abdi Negara, S.Sos,- menegaskan kepada Oknum Distributor dan Peritel agar jangan coba-coba menimbun Sembako untuk berharap keuntungan besar jika bencana erupsi menghambat aliran distribusi kebutuhan pokok.

Hal ini disampaikan oleh Gusti usai pertemuan terbatas Pengurus APRINDO BALI dalam rangka tanggap bencana erupsi Gunung Berapi  pada Sabtu (23/9) kemarin di Denpasar.

Menurut Gusti, kebutuhan masyarakat terhadap sembako pasti mengalami kenaikan pada pekan ini, mengingat banyak masyarakat yang membeli dalam jumlah besar untuk disumbangkan dan atau dicadangkan untuk menghadapi bencana.

"ini terkadang di manfaatkan oleh oknum tertentu berspekulasi menimbun sembako dengan harapan nanti dijual lebih mahal, ini sangat merugikan masyarakat" tegasnya.

Gusti menyatakan, pihaknya akan merekomendasikan  tindakan tegas jika ada oknum yang bermain dalam situasi masyakat yang sedang dilanda kesusahan seperti ini.

I Made Abdi Negara, Sekretaris APRINDO BALI menambahkan, pihaknya akan segera bersurat ke Satgas Pangan, Kepolisian dan Dinas Perdagangan untuk berkoordinasi sekaligus menegaskan komitmen keberpihakan kepada masyarakat. "Jangan sampai kita sebagai pengusaha mengorbankan hati nurani, dengan memanfaatkan situasi seperti ini untuk mendapatkan keuntungan, masyarakat yang terdampak sudah sangat menderita, jangan sampai kita ikut menari diatas penderitaan tersebut" jelasnya.

Dijelaskan juga, bahwa beberapa Anggota APRINDO BALI telah melaksanakan rekasi cepat tanggap darurat dan APRINDO BALI secara khusus juga mendirikan posko peduli bertempat di Parkir Inflight Restaurant by K Aero Park di Jalan By Pass IB. Mantra KM 28, Keramas-Gianyar yang akan mulai dioperasikan pada Senin, 25 September 2017.

Pertemuan sendiri dihadiri oleh Agung Agra (Wakil Ketua APRINDO BALI), IB. Werdhi Budaya (Bendahara) dan Budiman Sinaga.

Selasa, 22 Agustus 2017

BHAKTI BUSINESS ASSISTANCE GELAR WORKSHOP RITEL DI KERAMAS AERO PARK

Christian F. Guswai (tengah) bersama Abdi negara (Baju putih) dan peserta Workshop

“Beri Kesempatan 2 Peserta dari UKM Mengikuti Secara Gratis”

Dalam situasi ekonomi yang masih belum menentu secara global dan anomali yang dirasakan dunia usaha nasional, seluruh lini usaha dituntut untuk terus bergerak maju,  hal ini disampaikan oleh Fasilitator Bhakti Business Assistance, I Made Abdi Negara di sela persiapan Workshop Ritel How To Operate Your Retail Business Effectively Yet Efficiently  yang akan di gelar pada 4 – 5 September 2017 bertempat di Inflight Function Cabin, Keramas Aero Park (Inflight Restaurant & Bar) kemarin.

Menurut Abdi, anomali di dunia ekonomi dan bisnis yang terjadi tidak hanya membuat pemain-pemain besar bisnis nasional terjungkal, tetapi pemain kecil yang terdiri atas usaha mikro dan menengah juga harus berhati – hati dalam mengelola usahanya. “butuh ekstra focus dan penggunaan source secara efektif dan efisien untuk bisa bertahan dan berkembangdalam situasi seperti sekarang ini”ungkapnya.

Pengusaha 30 tahun yang juga Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Bali ini menolak keras anggapan bahwa menghadapi situasi seperti sekarang, pengusaha harus wait & see. “Ini adalah pernyataan keliru, kita harus terus bergerak untuk bisa survive, bergerak bukan berarti harus menambah usaha, pergerakan bisa dilakukan di internal dengan perbaikan manajemen dan fokus pada pengelolaan usaha yang berorientasi pada manajemen yang efektif dan efisien”imbuhnya.

Untuk mendorong gairah untuk bergerak tersebut, Abdi menyatakan Workshop yang diselenggarakan Bhakti Business Assistance memberikan kesempatan pada 2 UKM setiap bulan untuk mengikuti workshop tersebut secara gratis. “Ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh pelaku usaha mikro. Silahkan bagi UKM yang berminat untuk mendaftarkan diri via WhatsApp di nomor 08563757178”jelasnya. Bagi yang mendaftar, Tim Bhakti akan menghubungi dan mengarahkan tata cara serta kriteria untuk bisa mengikuti secara gratis.

Workshop kali ini mengundang Bapak Christian F. Guswai, Trainer, Praktisi dan Penulis 8 Buku Retail Excellence Series yang telah menangani banyak perusahaan ritel lokal, nasional dan multinasional. Selain bagaimana mengelola usaha ritel secara efektif dan efisien, Workshop selanjutnya juga akan membahas tentang bagaimana strategi untuk mengendalikan kehilangan barang dagangan dalam bisnis ritel melalui Mini Workshop “8 Kupas Rahasia Mengendalikan Kehilangan/Shrinkage Dalam Bisnis Ritel” yang akan diselenggarakan pada 20 September 2017 serta 2 Days Workshop : How To Become An Effective yet Efficient Merchandiser “ pada 21 – 22 September 2017.

Sebelumnya, Mini Workshop yang berjudul : “10 Formula Anti Gagal Berbisnis Ritel”, sukses di gelar di Inflight Function Cabin Keramas Aero Park pada tanggal 12 Agustus 2017, dari target 40 peserta, diikuti hinggal 46 peserta sehingga harus disediakan ekstra seat untuk peserta yang datang. “Kami optimistis bahwa jika kita mau bergerak dan menggunakan waktu yang ada untuk mendalami usaha yang dilakoni serta siap membangun jaringan, maka niscaya akan selalu ada jalan”pungkasnya.

Kamis, 06 Juli 2017

SUMMA EDUCATION HADIRKAN KONSEP PENDIDIKAN IDEAL BAGI MASA DEPAN INDONESIA




Memiliki putra-putri yang sukses di sekolah dengan nilai yang memuaskan adalah idaman setiap orang tua. Karena itu tidak heran bila saat ini kehadir lebaga bimbingan belajar menjadi suatu kebutuhan yang banyak dicari.  
Adalah SUMMA Education Centre salah sat1u lembaga bimbingan belajar yang hadir dengan konsep yang berbeda. Dirintis Wayan Suantika, seorang pengusaha muda yang juga pendiri Yayasan Dana Abadi Bali, SUMMA Education Centre memberikan konsep bimbingan belajar yang lain dari bimbel pada umumnya.
Ketika banyak bimbel hadir dengan metode dan konsep pendidikan yang berkonsentrasi pada teknik memecahkan soal ujian, SUMMA Education Centre mencoba mengkombinasikan berbagai teknik bimbingan belajar konvensional (yang lebih menekankan pada bimbingan akademis) dengan metode aktivasi subconscius mind (pikiran bawah sadar).
Metode SUMMA. Di negara maju seperti Amerika dan negara-negara Barat pada umumnya, penggunaan dan pengembangan pikiran bawah sadar dalam proses pembelajaran sudah digunakan sejak era 80an dan terus ditingkatkan seiring dengan berkembangnya teknologi pikiran (mind technology) saat ini. Melihat hal tersebut, Wayan yang juga alumnus Indonesian Hypnosis Centre dan telah bersertifikasi sebagai  hypnotherapist dan trainer ini membuat metode SUMMA (Subconscious Mind Activation).
Metode SUMMA yang bertumpu pada aktivasi pikiran bawah sadar peserta didik pada proses pembelajaran. “Jadi disini, kita bukan hanya mendorong kepintaran anak tapi juga mendorong pikiran bawah sadar anak sehingga mereka lebih berkarakter,” ungkap pemuda 28 tahun ini.
Berbagai kegiatan yang dilakukan siswa SUMMA Education Centre antara lain kegiatan Visualisasi selama 15 menit dimana siswa menonton video tentang hal-hal yang mengandung nilai moral dan motivasi tinggi. Kegiatan Pembahasan selama 30 menit, disini siswa diberikan kesempatan untuk menanyakan materi atau tugas yang belum dipahami di sekolah. Kegiatan Pendalaman selama 30 menit, dimana siswa diberikan materi tambahan yang sesui dengan kurikulum yang disusun oleh lembaga. Dan 15 menit kegiatan Afirmasi, disini siswa diberikan penanaman nilai-nilai positif dengan mengkondisikan siswa dalam keadaan tenang dan santai yang bisa membantu siswa untuk berprilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai kombinasi kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreatifitas serta motivasi belajar, berkembangnya citra diri dan nilai positif, tertanamnya kebiasaan-kebiasaan positif, terbentuknya karakter yang kuat dan positif, serta terciptanya pola keyakinan dalam diri. “Jadi mereka dapat belajar tanpa tekanan, sehingga dapat berpengaruh pada hasil yang positif baik dari nilai maupun karakternya,” Ungkap pria lulusan S2 Hubungan International Universitas Airlangga, Surabaya ini.
Walaupun baru dirintis sejak 20 Mei 2017 lalu, namun tanggapan dan respon para orang tua tehadap SUMMA Education Centre sangat positif. Banyak orang tua yang memiliki anak usia 5-12 tahun mempercayakan Putra-Putri mereka pada SUMMA Education Centre. Diungkapkan Wayan, walau merupakan metode baru namun para orang tua sudah banyak yang merasakannya salah satunya semangat belajar putra-putri mereka yang meningkat sehingga memberikan nilai positif bagi sang anak.
Bagi para orang tua yang ingin putra-putrinya bergabung, SUMMA Education Centre memberikan harga sesuai jumlah pertemuan. Untuk 1x pertemuan Rp 50 ribu/orang (private), Rp 30 ribu per orang (semi) yang terdiri 2-3 orang serta Rp 20 ribu/orang (group) mulai dari 4-5 anak. Sedangkan untuk 8x pertemuan biayanya sebesar Rp 375 ribu/orang (private), RP 225 ribu/orang (semi) dan Rp 150 ribu/orang (Group).
Putra dari I Made Budiada dan Ni Ketut Budianing ini sadar bahwa perjalanan SUMMA Education Centre baru dimulai. Namun dengan sesuatu yang berbeda dan niat yang kuat dalam melatih anak agar menjadi pribadi yang kuat secara mental, moral dan kecerdasan intelektual, Wayan optimis SUMMA Education Centre bisa terus berkembang. Bahkan ia juga optimis dalam waktu dekat selain di perumahan Dalung Indah, SUMMA Education Centre akan bisa membuka beberapa cabang lainnya dan menjadi sebuah Sekolah yang terintegrasi.
Sumber : http://nextgradio.com/news/145/wayan-suantika-hadirkan-metode-summa-gabungan-antara-pendidikan-akademis-dan-pikiran-bawah-sadar.html

Kamis, 11 Mei 2017

MENGENAL BIG DATA DAN HUBUNGANNYA DENGAN MENGELOLA USAHA;



Dewasa ini, Big Data menjadi isu terbaru dalam diskusi dan pembahasan tentang bagaimana menyiapkan masa depan perusahaan baik yang berskala kecil, menengah maupun besar.  Big Data secara harafiah berarti sebuah data yang terstruktur maupun tidak terstruktur yang digunakan untuk menentukan kebijakan-kebijakan dalam bisnis dan manajemen organisasi. 

ilustrasi
Kenapa Big Data? Pertanyaan ini tidak terlepas dari pentingnya kecepatan dalam menentukan sebuah keputusan dan membuat kebijakan – kebijakan dalam mengelola perusahaan. Saban hari, kita selalu di perlihatkan tentang ulasan bagaimana kejatuhan perusahaan-perusahaan besar yang berawal dari lambatnya proses pengambilan keputusan sehingga akhirnya tertinggal oleh pesaing, yang sebelumnya dipandang sebelah mata. 

Big Data terkadang tidak disadari keberadaan dan kemampuannya dalam menciptakan sebuah konsepsi bisnis yang efektif dan efisien. Sebuah konsepsi yang sangat diperlukan oleh para peritel. Memanfaatkan big data dalam satu sistem yang terorganisir dan terkelola oleh teknologi informasi membuat pengambilan kebijakan lebih cepat, dan source yang dikeluarkan bisa lebih efisien.  

Dari manakah asal big data tersebut? Terkadang tidak kita sadari, bahwa dalam seluruh proses pembentukan perusahaan, data telah ada dalam berbagai wujud.  Mulai dari no telpon yang ada di telepon selular, alamat email rekanan, nama dan no telepon pelanggan yang complain karena tidak mendapatkan barang, no telpon supplier, catatan supplier yang paling tepat waktu dalam pengiriman barang dan sebaliknya, no telepon teman-teman yang puas berbelanja di tempat kita atau sebaliknya dan masih banyak lagi. 

Data-data ini akan terus menerus terkumpul menjadi sebuah akumulasi data besar yang tidak disadari sebenarnya adalah kekuatan. Ibarat “pikiran bawah sadar” dalam diri kita yang mestinya menjadi kekuatan besar jika kita bisa menggunakan, atau mungkin juga kekayaan alam Indonesia yang berlimpah namun karena ketidakmampuan mengelola, jadi tidak bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan kita yuks!

Apa pentingnya sih Big Data? Wah, kalau itu ditanyakan, saya akan jawab; very very important! Kompas di halaman 1 mengulas di 4 edisi sekaligus prihal bagaimana Big Data akan menghapus 11 profesi di masa mendatang, sekaligus bagaimana big data bekerja menjadi sebuah indikator utama dalam kecepatan mengambil keputusan. Perusahaan-perusahaan besar yang telah memegang megadata seperti Microsoft, Facebook Inc.,atau Gojek di Indonesia serta banyak perusahaan lain yang berbasis teknologi informasi, dewasa ini terus berkembang dan semakin massif bertumbuh dengan dukungan data yang mereka kelola dengan baik. 

Dalam skala kecil, seorang pengepul sayur dan buah dengan cekatan mengambil untung dari data petani beserta produk mereka, data harga dipasar untuk komoditas sayur dan buah, data toko fresh – restaurant – hotel dan data kebutuhan mereka. Sebuah bisnis sudah terjadi dari bagaimana mengkreasikan data tersebut.
Wah, keren ya. Nah, secara teknis Big data juga akan berkorelasi dengan hampir seluruh lini proses operasional perusahaan. Manajerial data akan mengurangi penggunaan Sumber Daya Manusia di lini yang bisa di gantikan degan sistem informasi teknologi berbasis data. Sebagai contoh, peran personal yang mengingatkan khusus prihal jadwal rapat, meeting bisnis, acara keluarga dan sebagainya digantikan oleh Kalender Acara Harian di smart phone dengan memasukkan sebelumnya data-data pendukung seperti hari, jam, agenda yang dibicarakan, tempat dan sebagainya sesuai fitur. Masih banyak lagi, bahkan ada 11 profesi yang diprediksi akan hilang dan kecepatan pengembilan keputusan bisa 10 kali lebih cepat dari pengambilan keputusan biasa dan 100 kali lebih tepat dari pengambilan keputusan berbasis instuisi. 

Penulis : I Made Abdi Negara 

Minggu, 07 Mei 2017

MENTERI PUSPAYOGA HIMBAU PERKUAT PENETRASI RITEL BERBASIS KOPERASI

Menteri Koperasi Puspayoga

Memberikan sambutan dalam acara Temu Konsultasi Pengembangan Kerjasama Usaha Koperasi yang diselenggarakan pada Senin, 8 Mei 2017 bertempat di Ballroom Hotel Sanur Paradise Plaza, Menteri Puspayoga kembali menekankan pentingnya penetrasi usaha ritel berbasis Koperasi.

Menurut Menteri yang dikenal dengan kesederhanaan dan program program yang menyentuh grassroot tersebut, Koperasi hingga saat ini masih menjadi kekuatan besar dalam membangun bangsa dan negara baik dari sisi ekonomi, sosial maupun politik ideologi.

Salah satu sinergitas yang bisa dibangun adalah bagaimana Koperasi hadir secara berkualitas dalam mata rantai usaha ritel. Tidak hanya pelengkap, tetapi membangun kekuatan bersama sehingga mampu mengembangkan diri sama dengan peritel - peritel besar yang telah membangun jaringan secara lokal maupun nasional. " salah satu wujudnya adalah memutus mata rantai sehingga Koperasi bisa langsung mendapatkan barang dari produsen"ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Klungkung, Suwirta dalam kesempatan membawakan materi dalam sesi seminar. Bupati yang sukses membangun KOPPAS Srinadi yang bergerak di berbagai sektor ini menyampaikan, untuk menciptakan kekuatan maka tidak ada pilihan lain, selain semua Koperasi harus bersatu. "pertanyaannya apakah semua Koperasi bisa menerima konsep kantong kanan kantong kiri dalam mengelola Koperasi yang seimbang dan transparan"tegasnya.

Menceritakan kiat sukses membangun KOPPAS Srinadi, Bupati muda sarat prestasi ini juga menyatakan bahwa salah satu konsep unik yang dilakukan adalah Beli Mahal Jual Murah, yakni membeli Gabah petani diatas harga yang ditetapkan pemerintah namun menjual beras dibawah harga pasar.

Kamis, 04 Mei 2017

LAPORAN KHUSUS RAKERNAS : DELEGASI APRINDO BALI MASUK KOMISI B BIDANG ANGGARAN

Delegasi APRINDO BALI di Komisi B Rakernas APRINDO 


Kontribusi Delegasi DPD APRINDO BALI dalam Rakernas APRINDO cukup menggembirakan. 

Gusti Sumardayasa (Ketua DPD APRINDO BALI) bersama Wakil Sekretaris, I Putu Ary Widiartha yang juga Ketua Pokja 3 APRINDO BALI menyatakan masuknya delegasi Bali di Komisi B yang membahas bidang anggaran bisa menelorkan keputusan-keputusan dalam pengelolaan anggaran yang baik demi keberlangsungan organisasi. 

Hasil keputusan Komisi ini selanjutnya akan di plenokan dan selanjutnya diputuskan menjadi sebuah keputusan Rakernas untuk dilaksanakan oleh seluruh organ organisasi. 

Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) APRINDO sendiri berlangsung tanggal 4 - 5 Mei 2017 bertempat di Hotel Aston Jakarta. 

Salah satu isu yang hangat dibicarakan adalah Kebijakan Menteri Perdagangan RI melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri prihal pengaturan HET komoditas Gula Pasir, Daging Beku dan Minyak Goreng. 

LAPORAN KHUSUS RAKERNAS : AGRA PUTRA TEGASKAN PERITEL TIDAK BOLEH LANGSUNG DI TINDAK

Agra Putra (tengah) bersama Made Abdi Negara (kiri) dan Made Widana (kanan) dalam acara Temu Peritel Bali
Menyikapi wacana Menteri Perdagangan RI di Rakernas APRINDO, Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra atau yang akrab disapa Agung Agra minta agar Peritel tidak ditindak sembarangan. " Poin utama permasalahan adalah bagaimana kami peritel bisa mendapatkan harga beli di Distributor yang wajar sehingga bisa dijual kembali"ungkapnya.

Menurut Agra yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi didampingi Sekretaris Abdi Negara, pejabat berwenang tidak boleh menindak sembarangan namun harus melihat dulu apa dasar penindakan dan bagaimana kondisi riil yang dihadapi oleh Peritel.

Menurutnya, dengan Menteri Perdagangan menyampaikan bahwa dalam setiap kunjungan dan kegiatan didaerah akan melibatkan DPD APRINDO, ini akan menjadi entri poin yang bagus untuk perjuangan Peritel Lokal dan keadilan setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

"Saatnya peritel lokal dan peritel yang beroperasi di daerah untuk bersatu dan berjuang melalui rumah bersama APRINDO BALI" Pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan akan menindak tegas Distributor dan Peritel Nakal. Sanksi disiapkan antara lain Pencabutan Ijin dan Denda Rp.25 M